Wednesday, August 10, 2016

MENGGALI ALKITAB DENGAN DIAGRAM TATA BAHASA



MENGGALI ALKITAB DENGAN DIAGRAM TATA BAHASA

bahan pemuridan apostolik
31 Juli 2016

Disampaikan oleh
Ps Joseph Latupeirissa MTh



Diringkas oleh
Dr Suzanna Ndraha SpPD KGEH











MENGENAL ALKITAB
1.     ALKITAB adalah sumber pewahyuan.  Ibr 11:3 ; Mat 16:13-18  ; Ul 29:29 ; 2 Tim 3:16 ; 1 Kor 2:14 ; Roma 8:9b
2.     ALKITAB ditulis dalam budaya, tempat, waktu yang berbeda.
3.     ALKITAB menjelaskan ALKITAB. 2 Pet 1:20-21 ; Mat 4

Alat bantu yang diperlukan untuk menggali alkitab:
-       Alat tulis berwarna
-       Kamus
-       Konkordansi
-       Dll

SKEMA PENDALAMAN ALKITAB:





LANGKAH-LANGKAH PENGGALIAN ALKITAB
1.     Pilih ayat yang tidak panjang, contoh Mzm 112:1
2.     Tentukan POKOK KALIMAT, yang terdiri dari SUBYEK DAN PREDIKAT dalam KALIMAT tersebut
3.     Tempatkan ANAK-ANAK KALIMAT dibawah POKOK KALIMAT
4.     Catat PRINSIP-PRINSIP KEBENARAN yang terlihat pada DIAGRAM tersebut
5.     Buat kata tanya: SIAPA, APA, MENGAPA, BAGAIMANA, DIMANA untuk menggali pokok kalimat
6.     Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, bias digunakan alat-alat bantu seperti kamus dan konkordansi alkitab

CONTOH:
Mazmur 112:1
Berbahagialah orang  yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya

Subyek:
Berbahagialah orang 

Predikat:
takut akan TUHAN

Anak kalimat:
sangat suka kepada segala perintah-Nya




Prinsip KEBENARAN: BERBAHAGIA

1.     Siapakah orang yang BERBAHAGIA?
-       Jawab: orang yang takut akan TUHAN

2.     Bagaimanakah orang yang  TAKUT AKAN TUHAN?
-       Jawab: orang yang sangat suka kepada segala perintah-Nya

3.     Apa itu  TAKUT AKAN TUHAN?
-       Jawab: lihat di konkordansi alkitab à merujuk ke Amsal 3:7 Takut akan Tuhan adalah menjauhi kejahatan

Prinsip KEBENARAN ke-2: TAKUT AKAN TUHAN ADALAH MEMBENCI APA YANG TUHAN BENCI (Yer 32:40 “Aku akan mengikat perjanjian q  kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh r  takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku.”








Sunday, July 31, 2016

Ringkasan Firman IBADAH BINROKRIS Juli 2016



Ringkasan Firman 
IBADAH BINROKRIS RSUD KOJA
Selasa 26 Juli 2016


Disampaikan oleh
dr. Suzanna Ndraha, Sp.PD, KGEH, FINASIM



Tinggal di dalam Dia


Bacaan: Yohanes 15:1-5
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Sebuah ranting hanya dapat hijau dan menghasilkan buahnya apabila ia melekat pada sebuah pohon. Apabila ranting tersebut di patahkan dan dipisahkan dari pohonnya, ia akan tetap hijau untuk sementara waktu, namun lama kelamaan akan menjadi kering dan layu. Ranting yang telah terpisah dari pohonnya, tidak akan dapat menghasilkan buah dan akan mati tidak lama kemudian. Seperti itulah Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang hubungan kita dengan Dia, yaitu seumpama pokok anggur dan ranting-rantingnya. Tuhan sendiri adalah pokok anggur dan kitalah ranting-rantinya (Yoh 15:1).

Buah anggur tidak muncul di pokok, tapi akan muncul di ranting-rantingnya. Tetapi ranting itu sendiri tidak akan menghasilkan apa-apa kalau ranting itu tidak melekat pada pokok anggur itu. Melekat artinya “menerima semua kehidupan dari pokok”. Apabila ranting tersebut terlepas dari pokok anggur, maka bukan hanya tidak lagi dapat berbuah tetapi ranting tersebut akan mati. Sudah seharusnya anak-anak Tuhan “melekat” pada Yesus yang merupakan sumber kehidupan dan “berbuah” di dalamnya. Sebab diluar Dia maka kita tidak dapat berbuah dan menjadi “mati rohani”. Yohanes 15:5 mengatakan: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa".

Melekat pada pokok anggur memang dapat membuat kita berbuah, namun kita dapat berbuah lebih banyak apabila kita mau untuk dibersihkan, seperti yang tertulis dalam Yohanes 15:2 “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”. Lalu, dengan apakah kita dibersihkan? Kita dapat dibersihkan dengan Firman Tuhan sebab Firman itu sendiri adalah kebenaran (Yoh 15:3; Yoh 17:17). Bagaimana caranya kita dapat dibersihkan dengan Firman? Bagaimana caranya kita dapat dibenarkan oleh Firman?

Saat diciptakan, hati manusia penuh dengan kemuliaan Tuhan, akan tetapi dosa membuat hati manusia penuh dengan “buah-buah dosa” dan hidup manusia pun menjadi penuh dalam dosa. Manusia yang berdosa tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, oleh sebab itu Tuhan datang untuk mengambil “benih-benih dosa” yang ada dalam hati manusia sehingga buah-buah dosa itu tidak bertambah-tambah. Meskipun benih dosa telah hilang, namun dalam hidup manusia masih ada buah-buah dosa, hal inilah yang disebut sebagai “habbit of sin”. Bagaimana caranya agar buah-buah dosa tersebut juga dapat hilang? Tuhan menamburkan benih-benih kebenaran yaitu Firman! Benih-benih Firman tersebut akan berbuah menjadi “buah roh” (Galatia 5:22-23). Dengan mendengarkan Firman Tuhan tiap-tiap hari, maka buah roh akan mendesak buah-buah dosa, dan lama kelamaan buah-buah dosa itu akan hilang dari hidup kita. Untuk itulah penting bagi anak-anak Tuhan untuk senantiasa merenungkan Firman Tuhan!

Yohanes 15:4 berbicara menggenai tinggal di dalam Dia. Kalimat “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu”, mengarah pada pengertian bahwa kita anak-anaknya harus “menetap” dan “berakar” di dalam Tuhan dan menyerap seluruh sumber kehidupan dari Tuhan. Tidak berhenti sampai disitu, Firman Tuhan juga harus “menetap” dan “berakar” di dalam hati kita. Hidup yang kita jalani haruslah hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Tidak cukup hanya merenungkan Firman Tuhan sekali seminggu atau pada saat-saat penting keagaaman, namun Firman Tuhan harus selalu kita renungkan setiap hari dan setiap saat dalam kehidupan kita. Dengan demikianlah maka kita dapat betumbuh, iman kita dapat menjadi lebih dewasa di dalam Dia.


Surat Paulus bicara mengenai Firman dalam Roma 10:8 mengatakan: “Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.”. Firman itu ditaruh Tuhan di dalam mulut kita, di dalam hati kita.  Jadi, tinggal di dalam Dia berarti menaruh Firman di mulut kita, di hati kita, dan kita bertumbuh artinya kita adalah murid Yesus!

MARI KITA TINGGAL DI DALAM DIA!



Diringkas oleh
Ivanalia Soli Deo


Ringkasan Sharing Firman Minggu, 31 Juli 2016 GSYI Immanuel


Ringkasan Sharing Firman tgl 31 Juli 2016

Oleh Ps. Jerry Thawrisan, STh



Bagaimana Membuat Pilihan yang  Benar Agar Hidup Kita Selaras dengan Pola Tuhan?

            
Menyambung sharing firman yang lalu mengenai ikut dalam pola Tuhan, dalam sharing firman kali ini diajarkan mengenai bagaimana kita membuat pilihan yang benar dalam hidup sehingga selaras dengan pola Tuhan.



Alasan murid-murid mengundurkan diri dijelaskan pada Yoh 6:63, yaitu ketika Yesus berkata demikian kepada para murid:
 

Banyak murid Yesus mengundurkan diri karena tersinggung dengan ucapan Yesus bahwa daging sama sekali tidak berguna dan mereka berkata bahwa perkataan-Nya keras. Padahal apa yang disampaikan Yesus kepada para murid adalah bagi keselamatan mereka semua. Yesus menjanjikan sesuatu yang kekal yaitu dengan cara hidup dalam roh, bukan sesuatu yang cuma dinikmati sementara. Ketika mendengar perkataan Yesus itu, banyak murid meresponi dengan salah dan memilih untuk mengundurkan diri. Tentu Yesus tidak memaksa, Yesus memberi free-will bagi para murid untuk memilih. Keselamatan yang kekal sudah Yesus janjikan dan sediakan bagi kita, sekarang tergantung  kita mau memilih yang sementara atau yang kekal. Kita sudah diberi free-will itu, ;alu bagaimana agar kita dapat memilih dengan tepat agar bisa ikut dalam pola Tuhan?

1. Tahu tujuan kita ikut Tuhan

            Mengetahui apakah tujuan kita ikut Tuhan adalah untuk mencari berkat saja atau mencari sumber berkat itu sendiri.  Mencari berkat bersifat terbatas, sedangkan mencari sumber berkat itu sendiri bersifat limitless.


2. Bertobat

            Kata bertobat tidak hanya berarti meminta maaf akan kesalahan yang kita lalukan. Dalam KBBI, kata bertobat berarti benar-benar jera dan tidak mau mengulangi suatu perbuatan lagi.


Bertobat dimulai dari ketika kita mau menerima teguran. Kita masih beruntung ketika ditegur karena ketika kita masih ditegur oleh Tuhan secara langsung atau lewat orang lain, itu artinya kita masih diperhatikan dan disayang. Mulai sekarang bukalah hati ketika kita mendengar firman Tuhan berbicara kepada kita. Tidak hanya berhenti sampai menerima teguran, tetapi harus ada aksi yang nyata untuk berubah. Butuh perjuangan memang untuk merubah suatu kebiasaan yang buruk, tetapi dengan membuka hati kita benar-benar menerima firman, berubah tidak akan menjadi hal yang sulit bagi karena ketika kita sudah menerima firman itu, tidak butuh waktu lama bagi Tuhan untuk bekerja di hidup kita.

3. Dimbimbing/Konseling



       Kita senantiasa harus tetap belajar sepanjang hidup dan merendahkan hati kita bahwa kita bukanlah yang paling benar. Akui kelemahan kita dan bersedialah dibimbing. Punyalah hati sebagai seorang murid yang mau dibentuk tiap hari oleh Tuhan. Ketika mengalami masalah dan ketika mau mengambil keputusan, kita butuh bimbingan dari orang yang dewasa secara rohani agar kita tidak melenceng dan iman kita tidak digoyahkan keadaan.


4. Diarahkan

            
         Tidak dipungkiri lingkungan memiliki andil yang besar dalam membentuk karakter diri kita dan apa yang kita pilih. Dari 1 Kor 15: 33 kita belajar bahwa pergaulan yang buruk ternyata dapat merusak kebiasaan baik yang selama ini kita bangun. Bijaklah menempatkan diri pada lingkungan yang tepat, carilah atmosfer yang cinta dan takut akan Tuhan agar hati kita selalu terfokus pada-Nya


 Ayat ini tidak hanya menjelaskan mengenai bagaimana seharusnya hubungan antara manusia dengan manusia tetapi juga menjelaskan bagaimana hubungan manusia dengan benda/pekerjaan atau apapun yang mengikat dirinya sehingga jauh dari Tuhan. Memang tidak salah berdedikasi terhadap orang yang kita cintai atau terhadap pekerjaan kita, tetapi kita harus sadar bahwa hidup kita semata adalah milik Tuhan. Pasangan hidup yang kita pilih harus dapat mendekatkan diri kita terhadap Tuhan dan pekerjaan yang kita lakukan adalah sebagai kendaraan bagi kita untuk semakin dekat kepada Tuhan. Jadi tujuan utama kita tetap adalah Tuhan.


Untuk dapat memilih yang tepat dan tetap dalam pola Tuhan, kita harus menyerahkan seluruh hidup kita dalam kendali tangan Tuhan. Lalu pertanyaannya apakah Tuhan mau memilih kita dan mau mengendalikan hidup kita? Tentu Tuhan sangat mau karena Tuhan sangat sayang pada anak-anak-Nya yang mau menyerahkan hidup bagi-Nya. Agar Tuhan dapat bekerja, 2 Korintus ayat 17 menasehati kita untuk mengikuti perintah-Nya dan menjauhi apa yang najis bagi Dia. Dengan begitu, pada 2 Kor:18, Tuhan berkata bahwa dia akan menjadi Bapa, yaitu penolong dan sumber hidup kita dan pada Yoh 8:12 dikatakan bahwa siapa yang mengikut Dia akan memperoleh terang hidup. 


5. Hidup Radikal untuk Tuhan

            Setelah kita tahu tujuan hidup kita dalam mengikut Tuhan dan bertobat, mendapat bimbingan dan mau diarahkan, langkah selanjutnya adalah hidup radikal untuk Tuhan. Hidup radikal untuk Tuhan artinya semua yang kita lakukan hanya untuk kemuliaan dan menyenangkan hati Tuhan.


Ketika kita sungguh cinta Tuhan, kita akan bersedia hidup radikal untuknya. Renungkan apakah selama ini pekerjaan dan talenta yang telah dianugerahkan Tuhan apakah kita lakukan untuk Tuhan juga? Jadilah radikal untuk Tuhan, jangan tanggung-tanggung dan hitung-hitungan dengan Tuhan, maka Tuhan akan memprioritaskan kita. Pelan-pelan kita bangun pola Tuhan dalam hidup kita. Ketika sudah terbentuk pola Tuhan dalam hidup kita, tetaplah radikal dan konsisten hidup untuk Tuhan. Lalu bagaimana ciri orang yang sudah tidak radikal untuk Tuhan lagi?
  • Kapasitas rohani menurun. Orang yang tidak radikal untuk Tuhan lagi, tidak lagi tertarik pada hal-hal rohani. Orang seperti ini sudah dipisahkan dunia dari Tuhan
  • Mencari-cari alasan untuk tidak melayani Tuhan. Banyak orang Kristen menolak melayani Tuhan karena mengganggap rohnya tidak atau belum menyala-nyala untuk Tuhan. Tentu hal ini tidak benar. Kita tidak perlu menunggu roh kita  menyala-nyala dulu baru melayani Tuhan. Justru kita harus melayani Tuhan dulu agar roh kita menyala-nyala.
  • Menemukan kesenangan lain di luar hadirat Tuhan. ketika kita letih misalnya habis bekerja, yang kita cari adalah apapun yang dapat meningkatkan mood dan menyenangkan hati kita. Pertanyaannya apa yang menjadi sumber kesenangan kita? Apakah kita tetap senang bersekutu dalam doa dan menyembah Tuhan? Ataukah kesenangan kita telah digantikan oleh hal lain? Ketika kesenangan kita sudah di luar hadirat Tuhan, maka berdoalah minta pengampunan dari Tuhan dan kembalilah ke dalam hadirat Tuhan. Karena hanya hadirat Tuhanlah yang dapat menyegarkan dan menguatkan kita kembali. 
            


diringkas oleh :

Joni Indah Sari