Sunday, September 18, 2016

Ringkasan Khotbah Minggu GSYI 11 September 2016


POLA TUHAN Part 2
Minggu, 11 September 2016


Disampaikan oleh Ps Debora Yus STh

 











Diringkas oleh Senna Handoyo SKed













Pola dunia sekarang, sering mengikuti apa yang ada pada teori, padahal jelas kita tahu bahwa teori itu sangatlah terbatas. Oleh karena itu, setiap kita butuh Firman Tuhan, karena Firman Tuhan itu tidak pernah terbatas. Jelas, ketika kita menggunakan polanya Tuhan, kita akan terlihat sangat berbeda dengan dunia ini. Sebagai contoh, dalam bidang medis, menurut teori, banyak penyakit yang tidak dapat disembuhkan, banyak dari para dokter yang angkat tangan untuk menangani penyakit tersebut, karena mereka bergerak hanya berdasarkan teori, tapi ketika kita sadar dan menggunakan pola Tuhan, tidak ada hal yang tidak mungkin karena selalu ada pengharapan disana. 

“Pola menentukan daya pikat jika kita kenakan Pola Ilahi, maka iblis dan dunia tidak akan tertarik untuk mendekati kita. Sebaliknya, jika kita kenakan pola iblis dan dunia ini, maka Tuhan tidak akan tertarik mendekati kita.”

Kita lihat dari kalimat “pola menentukan daya pikat...”, sebagai contoh seperti kita menggunakan baju tertentu yang menarik, itu akan menarik pandangan semua orang. Jadi ketika kita menggunakan pola, kita akan mempunyai tujuan untuk menarik siapa yang akan kita pengaruhi. Pola membuat kita memiliki banyak ide. Oleh sebab itu ketika kita menggunakan Pola Ilahi, dengan sangat jelas iblis dan dunia tidak akan tertarik untuk mendekati kita. Akan tetapi, walaupun kita ditolak dunia, bukan berarti kita tidak berkualitas. Kita menjadi orang berkualitas ketika kita menggunakan Pola Ilahi. Kita mengaku Anak Tuhan? Maka kenakanlah Pola Ilahi, sama seperti yang dikatakan pada Mazmur 1:1 bahwa anak-anak Tuhan tidak akan berjalan dengan orang fasik, tidak berdiri dijalan orang berdosa, dan tidak duduk dengan kumpulan pencemooh, karena Anak Tuhan sangat lah berbeda. Tuhan akan sangat tertarik dengan kita, ketika firman yang hidup dalam kita itu semakin akurat, akan tetapi ketika kita menggunakan Pola Ilahi, Tuhan tidak akan tertarik dengan kita. Saudara, ketika kita berpegang teguh dengan Pola Ilahi, dunia pasti akan tertarik pada akhirnya ketika mereka melihat keteguhan kita dalam Pola Ilahi yang kita gunakan.

Sekarang kita lihat dari Yohanes 6:25-27,
(25) Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya. “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” (26) Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. (27) Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”
Lihat dari ayat diatas, terlihat tidak nyambung jawaban Yesus ketika ditanya orang banyak itu. Yang Yesus tekankan melalui jawaban-Nya, adalah Dia sudah tahu motivasi orang-orang banyak tersebut, karena Tuhan sudah melihat hati mereka. Sama seperti kita berdoa, apa yang kita ungkapkan itu sudah Tuhan ketahui terlebih dahulu, karena Dia tau apa yang ada dihati kita.
Kembali ke cerita diatas, kita lihat bahwa anak-anak Tuhan mencari Tuhan hanya untuk makan. Oleh sebab itu banyak gereja suka menggunakan pola yang salah. Contoh, untuk mengundang para jemaat, mereka menyiapkan banyak makanan, bahkan tidak hanya makan, tapi gereja sediakan transport. Ini adalah motivasi yang salah, bisa dikatakan bahwa tujuannya datang hanya untuk mencari berkat secara materi. Padahal ketika kita datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, tidak hanya berkat rohani saja yang kita dapat, tapi berkat materi pun Tuhan berikan kepada kita.

Selanjutnya, kita lihat dari matius 6:25-34, di pasal ini menjelaskan tentang hal kekuatiran. Dari pasal ini, Tuhan sedang menyeleksi pola apa yang kita lakukan, jika kita tetap menggunakan pola yang lama, pasti kita akan mundur, mundur disini tidak langsung meninggalkan Tuhan, tetapi mulai tidak mengikuti pola Tuhan, datang kepada Tuhan hanya untuk memenuhi motivasi dagingnya. Di pasal ini Tuhan mengajarkan kita bahwa kita janganlah khawatir akan apa yang akan kita makan atau minum, apa yang hendak kita pakai untuk tubuh kita. Tuhan memberi contoh yang sangat baik dalam pasal ini, Tuhan menyadarkan kita bahwa kita lebih berharga dari burung-burung dilangit yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpukan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Tuhan. Kemudian, contoh kedua bunga bakung, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, dan didandani dengan indah rupanya. Jadi, sudah sangatlah jelas kita sebagai anak Tuhan, kita harus sadar bahwa kita dikasihi melebih semua itu. Ketika kita khawatir apa yang kita makan, apa yang kita minum, apa yang kita pakai, itu sama seperti yang dicari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Jadi, saat kita tidak percaya atau khawatir, artinya kita sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, yang menggunakan pola dunia ini.
Saudara, perhatikan diayat matius 6:33“tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Di ayat ini sangat menjelaskan bahwa hal pertama yang harus kita cari adalah Tuhan, maka semuanya itu akan ditambahkan kepada kita, tidak hanya berkat rohani, tapi secara berkat materi semuanya akan mengikuti kita. Firman Tuhan itu sangat menyegarkan. Mari kita fokus dengan polanya Tuhan.
 Berbicara tentang fokus, dalam bahasa Ibrani adalah paqach, yang berarti kekuatan dari perpaduan/pernyatuan antara pikiran, perasaan/emosi, dan keinginan/kemauan yang diarahkan kepada satu tujuan. Jadi ketika kita fokus sama Tuhan, semua pikiran, perasaan, dan keinginan kita itu tertuju kepada kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.

Kemudian, yang kita bahas adalah berkat, bisa kita lihat dari ulangan 28:1-2
“(1) Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau diatas segala bangsa di bumi. (2) Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:”
Saudara, sangat jelas dikatakan bahwa ketika kita mendengar atau memperhatikan kata-kata Tuhan. Berkat itu yang akan datang atau mengikuti kita. Arti kata berkat dalam bahasa Yunani adalah eulogia, dasar kata dari eu yang artinya berkat, dan logia artinya firman. Jadi berkat dan firman itu adalah satu, ketika saudara merenungkan firman itu sendiri, berkat otomatis yang akan datang kepada saudara.

Hiduplah dengan polanya Tuhan, karena pola Tuhan membuat kita bukan jadi orang yang dipengaruhi, tapi kita yang akan mempengaruhi.
1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada didalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”

Saturday, September 10, 2016

RINGKASAN FIRMAN GSYI, Minggu 4 September 2016


RINGKASAN FIRMAN GSYI
Minggu 4 September 2016

POLA TUHAN

Disampaikan oleh:














Diringkas oleh:


dr Suzanna Ndraha SpPD KGEH













PENGETAHUAN vs FIRMAN
Kita ke gereja bukan mencari pengetahuan alkitab.
Yang kita perlukan bukan khotbah, tapi benih yang dari Tuhan.
Pengetahuan tidak bisa mengubah siapapun.
Pengetahuan bisa dibaca di google.
Hanya Firman yang bisa mengubah kita.

RESPONS KITA
Gereja bukan kelas, dimana pengajaran direspon dengan mengangguk-angguk.
Pola Ibrani: merespon FIRMAN dengan "amen" dan "ya"
Nehemia 8:6-7

IBLIS vs LUCIFER
Iblis itu bukan nama. Iblis adalah gelar fungsional
Nama iblis yang paling terkenal adalah lucifer.
Iblis itu gelar artinya pelawan Tuhan.
Pdt adalah gelar fungsional. Yoh 6:70-71

KESELAMATAN
Kenapa Tuhan Yesus memilih Yudas sebagai salah satu muridnya?
Karena Yudas sebetulnya bisa memilih untuk selamat.
Tapi keselamatan bersifat terbuka, keselamatan tidak absolut.
Keselamatan disediakan, hanya yang mengambilnya akan memperolehnya.

BENIH
Mat 13: benih
1 Pet 2: 23 kita dilahirkan bukan dari benih yang fana tapi benih yang kekal.
Benih yang kekal = spiro = sperm.
Tidak cukup hanya bilang I love You Jesus.
Harus ada persatuan dengan benih yang kekal itu (analogi: persatuan sel telur dengan spiro)
Gereja ini mempunyai konsep keimaman MELKISEDEK.
Tuhan izinkan umat Tuhan berjalan di padang gurun agar umatNya bisa mengalami sumber hidup adalah Allah sendiri, bukan lingkungan sekitarnya.
Buah dihasilkan dari benih pohon.
Orang Kristen harus menghasilkan buah Kristus.

POLA ILLAHI
Yohanes 6
POLA
TUHAN mau kita hidup dalam pola.
Tuhan Yesus mau Yudas menjadi partner.
Tapi Yudas tidak mau hidup dalam pola TUhan Yesus

Ibr 8:5. 
Pelayanan kita adalah blue print dari apa yg ada di surga.
Polanya ada.
Musa tidak bisa sembarangan membangun.
Harus sesuai contoh yg diperlihatkan.
Ada Pola.
Pola mengikuti blue print.
Tuhan punya pola.
Kita bisa bekerjasama dengan Tuhan bila punya pola Tuhan.
Pola akan menyeleksi apakah kita cinta Tuhan atau tidak.

Pola menentukan daya pikat.
Menentukan perkenanan Tuhan.

Kisah 2:28. Petrus memberitahu pola.
Pengajaran rasuli. 
Kisah 2:37.
Mendengar FIRMAN: "terharu".
Menumbuhkan kesadaran adalah pekerjaan Roh Kudus
Meresponi FIRMAN: "bertobat" 

Semua mau diberkati?
Kenakan pola Tuhan. 

CARA:
1. Tanggalkan pola sendiri
2. Berserah penuh = paradose
3. Percayakan diri pada Tuhan (mati bagi diri)
4. Kenakan pola Tuhan

Kalau kenakan pola Tuhan, iblis tidak akan mendekat. 

Mzm 60:12 bersama Yesus lakukan perkara besar.
Dengan Allah kita lakukan perbuatan gagah perkasa.

Inti KABAR BAIK:
Tuhan di atas (Masa PL: Musa membelah laut).
Tuhan di samping. (Masa injil: Petrus jalan diatas air) 
Tuhan di dalam (Masa Kisah Rasul sampai sekarang)

Monday, September 5, 2016

PEMURIDAN APOSTOLIK MODUL 1 (Angkatan 4)

                                                      



KEHAUSAN AKAN FIRMAN TUHAN
Sabtu 3 September 2016

Disampaikan oleh 


 Ps Joseph Latupeirissa MTh











Diringkas oleh Pondra Lesmana SKed




















AMOS 8 : 11 - 13“"Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus” AMOS 8 : 11 mengatakan bahwa "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini"kelaparan yang dimaksud disini bukan lah kelaparan akan makanan atau minuman yang bersifat jasmani , disini Tuhan sedang melepaskan satu anugrah yaitu rasa haus akan FIRMAN TUHAN ,

MAZMUR 107 : 20 disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka,diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. calon dokter harus tau dan paham akan ayat ini karena penyakit yang tidak bisa di obati / tidak bisa sembuh, akan tetapi  kita sebagai anak TUHAN harus percaya didalam TUHAN tidak ada yang mustahil, minta kepada TUHAN yang hal tidak masuk akal dan DIA akan menunjukan KEMULIAANNYA, kalau anda ingin di berkati minta lah kepada TUHAN karena "apapun yang disediakan sama TUHAN bersifat terbuka" artinya kita yang harus memutus kan untuk mengambil berkat dan anugrah Tuhan, kita tidak bisa pasif.  

FILIPI 2 : 9-11 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia  dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas,segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut l  segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Daniel 1 :19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.


Gregg Braden dalam bukunya yang berjudul “The Mysterty of 2012” mengatakan bahwa ada tiga generasi yang muncul sejak tahun 1940an. Generasi yang pertama disebut sebagai generasi X yaitu generasi pekerja keras. Lalu pada tahun 1980an muncullah generasi kedua yang disebut sebagai generasi Y. Generasi kedua ini bukan hanya pekerja keras melainkan juga cerdas. Lalu mulai sekitar tahun 2012 bermunculan generasi ketiga yaitu generasi Z. Generasi ketiga ini merupakan generasi dimana banyak orang cenderung mengarah kepada hal-hal yang spiritual.

tetapi bekerja keras tidak lah cukup kita harus tau potensi yang ada di diri kita, ada tiga potensi didiri kita,kalau mau hidup diatas rata rata kita harus mempunyai potensi :(dan kita semua mempunyai potensi)
  1. hand/tangan  maksudnya disini adalah kita harus punya keterampilan ,disini manusia bisa bangun/pelajari dengan cara pendidikan,senior,dosen,dll 
  2. head/brain/otak maksudnya disini adalah kita harus mempunyai kecerdasan bisa dibangun/pelajari  oleh manusia.
  3. heart/hati maksudnya disini kita harus mempunyai hati ,dari sana Tuhan punya hikmat,yang bisa menangkap apa yang TUHAN mau.(ini yang paling penting


Kegiatan pemuridan merupakan suatu kegiatan berdiskusi dan memahami isi alkitab agar lebih mengerti akan FIRMAN TUHAN yang dapat membentuk kita untuk berpikir dan berkarakter seperti Tuhan. 


GOD BLESS ALL...!!!!

             


Sunday, September 4, 2016

RINGKASAN NATIONAL REVIVAL CONFERENCE (hari ke-4)



 RINGKASAN NATIONAL REVIVAL CONFERENCE
Hari ke -4


Menjadi Orang Strategis yang Dipakai oleh Tuhan



  

Zion adalah istilah yang dipakai untuk menyebut perkumpulan orang-orang strategis. Kita sekarang hidup dalam imamat Melkisedek yang merupakan kumpulan orang-orang strategis. Zion diperlengkapi Tuhan untuk menyatakan kemuliaan dan kerajaan surga di bumi. Mata Tuhan sedang menjelajah seluruh bumi mencari orang untuk dipakai oleh-Nya melakukan pekerjaan besar. Tetapi tidak semua orang, hanya orang yang mampu, bersungguh-sungguh dan mau habis-habisan untuk Tuhan yang  akan dipilih Tuhan. 



     Orang seperi ini juga tahu benar apa tujuan Tuhan untuk diri mereka karena Tuhan telah tanamkan visi-Nya dalam hati mereka. Zion sendiri berkaraktestik sebagai berikut : True shepherd, True leader, True server. Tuhan akan siapkan gembala-gembala atau pemimpin sejati yang memiliki pewahyuan dan pengertian baik untuk para jemaat serta mau melayani dengan sungguh-sungguh. Tuhan hanya akan memakai orang-orang yang dianggap sudah matang secara rohani karena orang seperti itu dapat dipercayakan untuk perkara besar. Seperti Daud yang bersandar penuh pada Tuhan, Tuhan juga mau kita bersandar penuh pada-Nya, karena Dialah sumber dari segala sesuatu, seperti Daud dalam mazmur 23 yang selalu bersandar penuh pada Tuhan, apapun keadaannya.


 

   Dalam mazmur 23 kita dapat lihat, bahwa hanya dalam perlindungan dan tuntunan-Nya sajalah kita dapat menghadapi setiap tantangan, walaupun serasa seperti kita dalam lembah kekelaman, tetapi Gada dan tongkat Tuhanlah yang menuntun kita. Mari sekarang kita lebih bersandar penuh pada-Nya dan lebih bersungguh-sungguh hati terhadap Dia karena ketika kita membuka hati kita untuk Tuhan, maka Tuhan akan bekarya dengan luar biasa dalam hidup kita.




Diringkas oleh


 


             








Joni Indah Sari

Friday, September 2, 2016

RINGKASAN "NATIONAL REVIVAL CONFERENCE" Hari ke-3

RINGKASAN "NATIONAL REVIVAL CONFERENCE" 
Hari ke-3
Kamis, 4 Agustus 2016


oleh Ps DR Jonathan David









Kitab Daniel 2:32-33 menggambarkan bagaimana pemerintahan yang terjadi di setiap bangsa-bangsa saat ini, kerajaan dunia yang ada saat ini. Kerajaan dunia, kemuliaannya mudah hilang. Bahkan digambarkan bawah semakin kebawah, semakin buruklah bahan-bahan yang dipakai untuk membangun kerajaan dunia tersebut. Saat ini kalau Anda melihat kerajaan dunia, Anda pasti sadar bahwa kerajaan yang ada saat ini bukanlah kerajaan yang memberkati, bukanlah pemerintahan yang memberkati. Justru kerajaan yang ada saat ini menjadi penyebab dari banyak kasus-kasus pencemaran lingkungan, kerusakan alam, dan perpecahan.

“Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat” – Daniel 2:32-33

Untuk bisa menjadi bangsa yang dibangun secara luar biasa oleh Tuhan, maka kita perlu menyimak beberapa poin yang ada dalam kitab Daniel 2. Poin yang PERTAMA, dalam Daniel 2:34 dikatakan bahwa ada “sebuh batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia”. Batu yang dimaksudkan disini adalah Tuhan! Jika kita ingin memiliki bangsa yang dibangun secara luar biasa, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mencari batu tersebut, mencari Tuhan.

“Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk”.  – Daniel 2:34

Dengan mencari Tuhan sebagai langkah pertama kita, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita, seperti yang tertulis dalam kitab Matius 6:33. Setiap berkat yang memang merupakan warisan bagi anak-anak Tuhan, akan diberikan kepada kita. Bukan hanya berkat yang dipersiapkan Tuhan bagi kita, tetapi juga kerajaanNya hendak diwariskan kepada kita. Bangsa-bangsa membutuhkan Tuhan untuk bisa menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang mampu menjadi berkat, bangsa yang bertumbuh dan berkembang secara luar biasa.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” – Matius 6:33

Poin yang KEDUA berbicara tentang “batu yang merusak patung tersebut” (Daniel 2:34-35a). Hal ini bicara tentang kerajaan atau pemerintahan bangsa saat ini yang bisa dihancurkan oleh Tuhan. Daniell sendiri bisa meruntuhkan kerajaan Babel dan mengubahkan hati Nebukadnezar. Kerajaan di dunia ini rapuh dan dengan mudahnya dapat dihancurkan dan dikuasai oleh Tuhan. Dia adalah Raja diatas segala raja. Pada kedatangan-Nya yang kedua kali, maka kerajaan-kerjaan dunia ini akan dihancurkannya dan Dia akan memerintah. Dia akan menjadi satu-satunya yang memerintah!

“Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan...” – Daniel 2:35a

Poin yang KETIGA, Daniel 2:35b bicara tentang “batu yang menjadi gunung”.  Gunung yang dimaksud disini adalah KerajaanNya. Tuhan akan membangun kerajaanNya di bumi ini. Saat ini kita harus tahu bahwa ada campur tangan Tuhan dalam kehdiupan kita. Tuhan sedang melakukan  sesuatu di bumi ini. Saat ini bantu tersebut tengah bertumbuh menjadi gunung, Kerajaan Tuhan sedang berkembang di dunia ini!

“...Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi” – Daniel 2:35b

Poin yang KEEMPAT ingin memberitahu kita bahwa ada kuasa yang tengah bertumbuh dan memenuhi bumi. Bahwa saat ini Tuhan sedang bekerja di dalam gereja kita masing-masing, dan bahwa gereja kita bisa dipakai Tuhan untuk memberi dampak bagi dunia ini. Untuk itulah, benih yang ada dalam kita haruslah benih yang kuat, sehingga kita pun juga bisa memberi dampak bagi dunia ini dan menjadi salah satu saluran dari misi Tuhan bagi bangsa-bangsa.

Poin yang KELIMA, menitikberatkan bahwa “gunung besar itu punya kapasitas di seluruh bumi”.  Tuhan berfirman bahwa apa yang orang katakan tidak dapat dilakukan, akan bisa kita lakukan! Setiap batu yang dilemparkan kepada kita akan menjadi batu loncatan, dan kita akan berdiri diatasnya. Seperti inilah gambaran kehidupan di dalam kerajaanNya, yaitu bahwa segala sesuatu yang terlihat mustahil akan menjadi bisa, dan setiap tempat yang tidak terbuka akan dibukakan. Tidak ada bagian dari bumi ini yang tidak terjamah oleh Tuhan. Yusuf saja bisa mengubah seluruh sistem di Mesir, yang kemudian mendatangkan kesejahteraan bagi bangsanya. Kita pun memiliki kapasitas yang sama seperti Yusuf, untuk mengubahkan bangsa kita menjadi lebih baik. Tuhan membekali kita dengan hikmat untuk mengembangkan dan memberkati bangsa kita!

Poin yang KEENAM, Tuhan ingin mengajarkan kita bagaimana dapat masuk ke kota-kota, karena Tuhan sedang ingin menaruh orang-orang strategis di setiap kota (Hakim-hakim 1:24).

“Ketika pengintai-pengintai itu melihat seorang keluar dari kota itu, maka berkatalah mereka kepadanya: "Tolong tunjukkan bagaimana kami dapat memasuki kota ini, maka kami akan memperlakukan engkau sebagai sahabat."”  - Hakim-hakim 1:24

Kadangkala kita membutuhkan “koneksi”, kita butuh bertemu dengan orang-orang yang berada di dalam kota yang hendak kita masuki (I Samuel 30:11). Dengan menemukan orang-orang yang tepat dan memiliki koneksi yang tepat, maka kita akan menemukan kunci yang tepat untuk memasuki kota tersebut.

“ Kemudian mereka menemui seorang Mesir di padang lalu membawanya kepada Daud. Mereka memberi dia roti, lalu makanlah ia, kemudian mereka memberi dia minum air” – I Samuel 30:11

Poin berikutnya, yaitu poin KETUJUH, kerjaan itu tidak akan pernah binasah dan diserahkan kepada orang lain. Kerajaan itu akan meremukkan kerajaan yang lainnya, tapi kerjaan itu sedniri tidak akan binasah. Kerajaan itu akan dikhususkan bagi orang-orang tertentu, yaiitu mereka yang menyerahkan dirinya bagi Tuhan (Daniel 2:44-45).

“Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.” – Daniel 2:44-45

Poin yang TERAKHIR, dalam Daniel 7:18 mengatakan bahwa orang-orang kudus akan menerima kerajaan itu dan akan ada jawaban atas masa depan. Iblis mungkin akan mencoba merebut apa yang kita terima, ia mungkin mencoba mengambil alih, namun jika kita tetap tinggal di dalam Dia, maka kita akan tetap menerima Kerajaan Allah.

“sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya” – Daniel 7:18


Diringkas oleh,
Ivanalia Soli Deo

Thursday, September 1, 2016

RINGKASAN "NATIONAL REVIVAL CONFERENCE" Hari ke-2


RINGKASAN "NATIONAL REVIVAL CONFERENCE" 
Hari ke-2
Rabu, 3 Agustus 2016
oleh Ps DR Jonathan David


Ps DR Jonathan David
















Diringkas oleh
Janetty Tjandra
















Tahun 2016 merupakan tahun perkenanan Tuhan kepada Indonesia
Indonesia mengalami banyak sekali kebangkitan, namun bagaimana cara agar kebangkitan tersebut bertahan lama?
Tuhan membangkitkan suatu negara, dimulai dengan bangkitnya gereja. Jemaat masing-masing gereja bersatu, membangkitkan gereja, lalu gereja-gereja bersatu membangkitkan kota lalu satu persatu kota akan bersatu membangkitkan seisi bangsa. Oleh sebab itu kita tidak butuh hanya Firman, sebab Firman hanya dapat bertahan beberapa saat saja namun kita juga membutuhkan blueprints dari sorga yang bertahan selamanya untuk membangun gereja kita.

Markus 1:33-34
(33) Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. (34) Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Penduduk kota akan dibuatNya berkerumun di depan pintu, untun menerima kesembuhan

Prinsip-prinsip penting reformasi gereja Indonesia

1. Bangun kembali habitat untuk Tuhan

Kita tidak hanya membangun sebuah gereja yang rentan disalahgunakan sebagai sarana bisnis dan kepentingan lainnya, namun bangunlah sebuah rumah yang layak untuk Tuhan. Sudah saatnya gereja kembali ke habitat aslinya, yaitu tempat bagi Tuhan
Markus 2:1
(1) Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
Dalam ayat ini dikatakan bahwa Tuhan ada di rumahNya. Kita dapat mudah berjumpa dengan Tuhan jika kita ada di rumahNya. Roh Kudus akan tercurah dan tinggal tetap. Gereja harus kembali menjadi Rumah Tuhan sehingga kita dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

2. Jangan biarkan orang-orang yang datang ke rumah menutup pintu rumah bagi yang lain yang mau masuk
Markus 2:1-2

(1) Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. (2) Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 

Dalam ayat 2 dikatakan bahwa orang-orang yang berkerumun memenuhi tempat tersebut sehingga tidak ada lagi tempat bagi orang-orang yang masih ada di luar.
Orang-orang tersebut berkumpul di dalam. Di dalam gereja, terkadang banyak kita temui orang-orang yang hanya "menuh-menuhin" gereja saja. Orang-orang yang mengaku Kristen, namun memiliki kesaksian hidup yang buruk. Mereka dengan setia setiap hari Minggu pergi ke gereja namun hari Senin-Sabtu hidup di luar kehendak Tuhan. Orang-orang ini lah yang "menuh-menuhin" gereja dan menghalangi orang yang ada di luar gereja untuk dapat masuk dan mengenal Tuhan.
Gereja harus keep the door open sehingga orang-orang bisa datang dan tidak keluar lagi. Jemaat harus berubah dan memberikan kesaksian hidup yang baik sehingga kita bisa membawa orang masuk gereja dan bersama-sama menikmati berkatNya

3. Gereja harus menjadi tempat dimana suara Tuhan dapat diperdengarkan dengan leluasa

Markus 2:2
(2)Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,

Di dalam rumahNya, Tuhan akan memberitakan firman kepada jemaatNya. Pastikan bahwa Tuhan dapat menyuarakan firmanNya dengan leluasa. Firman Tuhan tidak boleh terpenjara. Suara Tuhan harus kembali terdengar karena hanya melalui pendengaran akan firman Tuhan iman akan muncul dan iman-iman anak Tuhan yang akan membangkitkan gereja dan memulai suatu reformasi yang luar biasa.

4. Jemaat harus memenuhi setiap kebutuhan dengan cara illahi dan mengobarkan iman dengan mukjizat

Jemaat harus lapar dan haus akan kuasa ilahi. Kita harus lapar dan haus akan kuasa illahi. Seperti orang yang kelaparan yang tidak akan berhenti sebelum menemukan makanan, kita harus terus menanti-nantikan mukjizat dari Tuhan dan tidak akan berpaling sebelum mendapatkan mukjizat tersebut. 
Kita harus menginginkannya dengan sepenuh hati, demi kebangunan gereja yang unstoppable. Gereja yang unstoppable sangat dibutuhkan hari-hari ini.
Gembala harus melatih jemaat untuk memiliki iman yang agresif. Tumpang tangan atas orang sakit dalam namaNya maka kesembuhan pun akan terjadi. Usir setan-setan, tangkap iblis, buatlah perkara-perkara illahi. Firman Tuhan aman membawa hal-hal illahi dan gereja akan bangkit menjadi gereja yang radikal. Lagu-lagu pujian dan penyembahan yang dinyanyikan, pastikan itu merepresentasikan Tuhan. Di setiap bagian dan area gereja, semua harus menceritakan suara Tuhan. Hanya dengan cara inilah kita bisa memenuhi gereja dengan kuasa Illahi yang sempurna dari Tuhan Yesus.

Kisah Para Rasul 2:37-39
 (37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (39) Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Berbicaralah sedemikian rupa supaya masuk ke hati jemaat dan bukan hanya masuk ke pikiran saja.
Petrus menyuruh jemaat menerima Roh Kudus. Saat itu juga, jangan tunggu-tunggu lagi. Bawa anak-anak dan keluarga kita juga, sebab apa yang terjadi atas kita harus juga terjadi atas keluarga kita.

Kisah Para Rasul 2:40
(40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."
Berkata-katalah lebih dan lebih lagi. Sebab dalam ayat ini dikatakan bahwa Petrus dengan banyak perkataan lain lagi memberikan kesaksian kepada jemaatnya. Berikan lebih banyak lagi pernyataan, kesaksian, cerita tentang kuasa Tuhan yang nyata atas kita.

5. Bertekunlah dalam pengajaran dan persekutuan

Kisah Para Rasul 2:42
(42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Ini merupakan salah satu kebiasaan jemaat mula-mula di Antiokhia. Mereka rutin melakukan persekutuan dan bertekun dalam pengajaran pendalaman Firman Tuhan. 

1 Yohanes 1:1-4
(1) Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (2) Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. (3) Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.(4) Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Pada ayat 3 dijelaskan bahwa persekutuan ialah persekutuan dengan Bapa dan AnakNya, yaitu Yesus Kristus. Selain bersekutu dengan sesama, kita juga rindu untuk bersekutu dengan Tuhan. Kita melayani Tuhan maka Tuhan akan melayani kita.Firman akan menjadi satu dengan kita.
Dalam level ini, persekutuan bukan hanya level sesama, namun kita harus naik level dan menjadikan persekutuan sebagai interaksi terhadap Bapa. Jenis persekutuan yang kita miliki haruslah persekutuan Illahi agar kata-kata yang keluar dari mulut kita bukan hanya kalimat manusia saja yang berisi Firman yang bertahan hanya sesaat saja, namun harus mengandung Roh dari Bapa.

1 Korintus 2:12-13
(12) Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.(13) Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh

Firman Hidup harus dimanifestasikan dalam kehidupan kita. Kita ambil firmanNya sehingga semua yang perlu dipahami tentang Firman ada di dalam diri kita. Ketika kita membagikannya ke orang lain, kita dapat menghubungkan orang-orang tersebut kepada Tuhan. Hal ini hanya bisa terjadi apabila Firman tersebut ada di hati kita.

Bagaimana cara menjaga persekutuan dengan Tuhan?

1 Yohanes 1:5-6
(5) Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. (6) Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.

Jauhilah kejahatan dan dosa. Ketika kita bersekutu dengan orang lain dan menghubungkannya dengan Tuhan maka semua yang Yesus lakukan di kayu salib akan mulai bermanifestasi. Tuhan ada di hadapan kita dan bukan di belakang, sehingga kita berjalan maju dan bukan mundur. Persekutuan bicara tentang darah yang menyucikan kita. 

1 Yohanes 1:7
(7)Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Persekutuan yaitu 
Kristus hidup, Darah mengalir, Firman Tuhan bermanifestasi, kita akan memiliki kuasa untuk berjalan dalam terang, kita memiliki kehidupan terang, tidak ada lagi kegelapan karena kita berjalan dengan terang, kita bisa memiliki persekutuan dengan Tuhan dan sesama, terang dalam kita akan menghubungan sesama kita dengan Tuhan.

6. Kita butuh inspirasi iman untuk terjadinya mukjizat

Jadikan 'menjamah Tuhan' sebagai prioritas dalam hidup kita supaya hidup kita dapat menjamah orang lain. Penuhilah setiap kebutuhan, jamahlah kehidupan, ubah pribadi-pribadi. Tuhan mau kita bertanggung jawab atas orang lain, bahkan Tuhan mau kita menjadi jawaban bagi orang-orang di luar sana. Ambillah setiap kesempatan, multiplikasikan uang, hancurkan setiap batasan yang ada. 

Markus 2:8-10
(8) Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? (9) Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? (10) Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu : 

Bagi Tuhan, memberi kita 5.000 atau 5.000.000 itu sama mudahnya. Namun kita tahu sekarang bahwa Tuhanlah yang penuh kuasa. Inspirasi iman seperti ini yang dibutuhkan untuk melahirkan mukjizat yang luar biasa

7. Reformasi sejati membutuhkan suatu perubahan kehidupan yang lengkap, bukan hanya orang beriman

Markus 2:5
(5) Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" 
Dalam ayat ini dinyatakan adanya suatu transformasi kehidupan yang lengkap. Tadinya berdosa, jadi tdak berdosa. Semua dapat terjadi hanya karena iman. Iman di mata Tuhan (Yesus melihat iman mereka). Setelah terjadinya transformasi kehidupan maka kita tidak pernah akan mundur lagi karena tangan Allah sendiri yang menopang kita.

Markus 2:2,6-7
(2)Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 
(6) Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: (7)"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"

Dalam ayat ni dijelaskan bahwa banyak orang berkerumun sehingga tidak ada tempat lagi, siapakah yang memenuhi tempat tersebut? Orang-orang ahli taurat. Jadi dalam gereja Tuhan, janganlah memenuhi gereja dengan ahli-ahli taurat yang penuh dengan pikiran kedagingan. Orang-orang seperti ini hanya handal dalam keilmuan Alkitab namun isi pikirannya masih penuh dengan hal duniawi dan bukan Roh. Penuhilah gereja dengan orang-orang yang hidup dengan Roh (Living by the Spirit) sebab segala sesuatu yang bersifat kedagingan adalah jahat. Ketika kita mengarahkan pikiran kepada Roh, maka kita akan terhubung dengan Tuhan. Namun ketika kita mengarahkan pikiran kita ke kedagingan maka pikiran kita akan menghancurkan tubuh kita dan memutus hubungan kita dengan Tuhan.

8. Merupakan sebuah berita yang luar biasa ketika hidup kita berubah, dan setelah hidupnya diubahkan kita juga membawa perubahan kehidupan bagi orang-orang sekitar kita

Dalam Markus 2, ayat-ayat selanjutnya (Markus 2:13-17) menyatakan bagaimana Tuhan mencari dan mengubah hidup Lewi si pemungut cukai

Markus 2:13-17
(13) Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. (14) Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.(15) Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.

Dari ayat 13 hingga 15 kita membaca bahwa Yesus lah yang menemui Lewi. Yesus mencari pemungut cukai dan berkata kepadanya untuk mengikut Yesus. Lewi pun mengikuti Dia. Setelah itu Yesus masuk rumahnya dan makan bersama dengannya. Tuhan yang masuk ke rumah Lewi dan membawa perubahan kehidupan tersebut merupakan Tuhan yang sama yang juga akan masuk ke rumah kita dan membawa perubahan kehidupan untuk keluarga kita. 
Setelah Lewi bertobat, pada ayat 15 kita lihat bahwa banyak orang-orang mengikuti Dia. Banyak pemungut cukai dan orang berdosa lainnya ikut mengikut Tuhan. Setelah hidup kita diubahkan, maka kita diutus ke domain kita, ke lingkungan sekitar kita untuk ikut membawa perubahan kehidupan juga bagi orang-orang di sekitar kita. Ketika kita merdeka, sekitar kita juga ikut dimerdekakan. Kita menjadi channel Allah untuk menjangkau orang-orang yang dekat dengan kita

Gereja harus bersatu demi suatu kegerakan reformasi. Seringkali persatuan gereja menjadi hal yang mustahil karena satu denominasi gereja menyerang denominasi lain. Seperti tertulis pada Yohanes 4:1-2

Yohanes 4:1-2
(1) Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes (2) meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya

Tuhan Yesus pun pernah diadu domba oleh orang-orang Farisi yang memang bertujuan memecah belah hubungan Yesus dengan Yohanes. Politik seperti ini yang membuat tubuh Kristus tidak pernah benar-benar kuat.

Jaman sekarang, Tuhan sedang membangun suatu "Omega Church" yaitu Gereja Akhir dan bukan hanya "Mega Church". Gereja-gereja harus berubah untuk dapat mengambil bagian dalam pergerakan baru. Mari bersama-sama kita berdoa agar di gereja apapun kita bertumbuh, gereja kita dapat menjadi gereja dengan habitat Illahi, yang memiliki jemaat-jemaat anggota kerajaan Sorgawi. Tuhan Yesus memberkati kita semua :)